Peningkatan Suhu Bisa Mencairkan Sebagian Besar Gletser Himalaya pada tahun 2100

Peningkatan Suhu Bisa Mencairkan Sebagian Besar Gletser Himalaya pada tahun 2100

NEW DELHI – Meningkatnya suhu di Himalaya, rumah bagi sebagian besar gunung tertinggi di dunia, akan mencairkan setidaknya sepertiga dari gletser di kawasan itu pada akhir abad ini bahkan jika target perubahan iklim paling besar di dunia terpenuhi, menurut sebuah laporan yang dirilis hari Senin.

Jika tujuan itu tidak tercapai, dan pemanasan global dan emisi gas rumah kaca berlanjut pada tingkat seperti saat ini, Himalaya bisa kehilangan dua pertiga dari gletser pada tahun 2100, menurut laporan penilaian dari Hindu Kush Himalaya.

Di bawah keadaan yang lebih mengerikan itu, Himalaya bisa memanas hingga 8 derajat Fahrenheit (4,4 derajat Celcius) pada akhir abad ini, membawa gangguan radikal pada persediaan makanan dan air, dan perpindahan penduduk secara massal.

Gletser di Wilayah Hindu Kush Himalaya, yang membentang lebih dari 2.000 mil di Asia, menyediakan sumber daya air bagi sekitar seperempat populasi dunia.

“Ini adalah krisis iklim yang belum pernah anda dengar,” kata Philippus Wester, penulis utama laporan ini. “Dampaknya pada orang-orang di kawasan tersebut, yang telah menjadi salah satu wilayah pegunungan paling rentan dan rawan bahaya di dunia, akan berkisar dari polusi udara yang memburuk hingga peningkatan peristiwa cuaca ekstrem.”

Salah satu studi paling lengkap tentang pemanasan gunung, Penilaian Hindu Kush Himalaya dikumpulkan selama lebih dari lima tahun oleh 210 penulis. Laporan ini mencakup masukan dari lebih dari 350 peneliti dan pembuat kebijakan dari 22 negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *